Cara Alami Mengobati Luka Bacok

Sebenarnya cara pengobatan luka ini bukan cuma untuk luka bacok, tapi untuk luka apapun yang parah sekalipun bisa dilakukan dengan metode ini. Tulisan ini terinspirasi dari cerita uwa (saudara yang dituakan di keluarga yang usianya lebih dari 80tahunan). Beliau cerita tentang pengalamannya zaman dahulu membekam dengan bekam tanduk, bercerita juga tentang cara pengobatan sakit kepala dengan metode fasdu (penusukan) di kepala dengan mencekek leher dahulu sampai urat di atas dahi keluar, barulah dilakukan penusukan dan sakitpun langsung hilang setelah darah kotor keluar dan juga bagaimana cara mengobati luka bacok ketika temannya terkena bacokan benda tajam yang hampir menyebabkan kakinya patah.
Cara Tradisional Mengobati Luka Bacok
Cara Tradisional Mengobati Luka Bacok
Beliau bercerita tentang cara mengobati luka bacok tersebut hanya dengan membakar handuk dan menempelkan abunya langsung pada luka dan setelah beberapa lama lukapun sembuh dan beliau bilang luka itu bisa sembuh sampai kakipun bisa digunakan untuk berjalan secara normal, subhaanallaah Allaahu akbar.

Saat selesai cerita aku langsung ingat dulu pernah baca pengobatan luka menggunakan abu, tapi samar-samar bagaimana caranya. Alhamdulillaah finally aku temukan juga sumbernya. Ini dia:


Dalam sahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Abu Hazim bahwa ia pernah mendengar Sahal bin Sa'ad ditanya tentang cara pengobatan luka yang dilakukan oleh Rasuulullaah ShallAllaah 'alayhi wasallam pada perang Uhud. Ia mengisahkan bahwa pada perang itu beliau terluka wajahnya dan tulang pipinya retak bahkan topi besi beliau juga pecah. Fatimah binti Rasuulullaah sendiri yang mencuci darah beliau, sementara Ali bin Abi Thalib menuangkan air ke atasnya dan tameng. Ketika Fatimah melihat bahwa darah pada tubuh Rasuulullaah tersebut justru semakin bertambah banyak mengalir, ia mengambil sepotong kain dan membakarnya. Setelah menjadi abu, Fatimah menempelkan abu itu pada luka Rasuulullaah ShallAllaah 'alayhi Wasallam. Darahpun berhenti mengalir karena abu kain yang dibuat dari merang. Ternyata abu itu amat berkhasiat menghentikan darah pada luka karena mengandung unsur pengering yang kuat namun tidak panas menggigit. Karena obat pengering luka yang menggigit justru akan menguras darah.

Bila abu tersebut dicampur dengan cuka dan disemburkan ke hidung orang yang terkena mimisan, maka darahnya juga akan berhenti.

Penulis Al-Qanun menandaskan, "Merang amat berguna untuk mengeringkan luka dan mengobati luka yang masih basah sehingga mengering. Kertas Mesir pada zaman dahulu dibuat dari bahan ini. Komposisi ini bersifat dingin dan kering, sementara abunya berguna untuk mengobati sariawan serta menghentikan darah yang mengalir pada luka, bahkan bisa mencegah infeksi pada luka akibat infeksi"

1 comment:

  1. Subhanallah, sunnah jika diterapkan akan dahsyat.... sebagai mana tentang cara menghentikan pendarahan ini. Banyak di antara kita lebih percaya pengobatan medis convensional yang nota bene baru berumur se abad dua abad. Pengobatan Islam telah berkhitmah untuk manusia selama berabad abad. subhanallah..
    Totok darah

    ReplyDelete